BAB III
Membangun Data Warehouse
III.1. Menentukan Bentuk Data Warehouse
Data warehouse
memiliki berbagai macam bentuk yang
sering digunakan. Jadi sebelum membangun suatu data warehouse kita harus
memutuskan bentuk data warehouse seperti apa yang dibutuhkan oleh aplikasi yang
kita rancang.
III.2. Anatomi Data Warehouse
Penerapan awal
dari arsitektur data warehouse dibuat
berdasarkan konsep bahwa data
warehouse mengambil data dari
berbagai sumber dan memindahkannya ke dalam pusat pengumpulan data yang besar.
Konsep ini sebenarnya lebih cenderung kepada sebuah lingkungan mainframe yang terpusat.
Keunggulan teknologi Client Server memungkinkan data warehouse
diterapkan dalam berbagai macam cara untuk
menampung kebutuhan pemakai sistem secara lebih proposional. Dalam suatu kasus,
misalkan saja pemakai tertentu perlu menggabungkan data dari sebuah sistem
pengumpulan data yang statis dengan data dari sistem operasional yang dinamis
hanya dengan sebuah query saja.
Berikut ini adalah tiga jenis dasar sistem Data Warehouse :
1. Functional Data Warehouse (Data Warehouse Fungsional)
Kata operasional disini merupakan database yang diperoleh dari kegiatan
sehari-hari. Data warehouse dibuat lebih dari satu dan dikelompokkan berdasar
fungsi-fungsi yang ada di dalam perusahaan seperti fungsi keuangan(financial),marketing,personalia
dan lain-lain.
Keuntungan dari bentuk data warehouse seperti ini adalah, sistem mudah
dibangun dengan biaya relatif murah sedangkan kerugiannya adalah resiko
kehilangan konsistensi data dan terbatasnya kemampuan dalam pengumpulan data
bagi pengguna.
|
2. Centralized Datawarehouse (Data Warehouse Terpusat)
Bentuk ini terlihat seperti bentuk data warehouse fungsional, namun
terlebih dahulu sumber data dikumpulkan dalam satu tempat terpusat, kemudian
data disebar ke dalam fungsinya masing-masing, sesuai kebutuhan persuhaan. Data
warehouse terpusat ini, biasa digunakan oleh perusahaan yang belum memiliki
jaringan eksternal.
Keuntungan dari bentuk ini adalah data benar-benar terpadu karena
konsistensinya yang tinggi sedang kerugiannya adalah biaya yang mahal serta
memerlukan waktu yang cukup lama untuk membangunnya.
|
3. Distributed Data Warehouse (Data Warehouse terdistribusi)
III.3 Arsitektur dan Infrastruktur Data Warehouse
III.3.1. Arsitekur Data Warehouse
Menurut Poe, arsitektur adalah sekumpulan atau struktur yang memberikan kerangka
untuk keseluruhan rancangan suatu sistem atau produk. Ada arsitektur client-server,arsitektur networking
dan masih banyak arsitektur lainnya.
Arsitektur data menyediakan kerangka dengan mengidentifikasikan dan memahami
bagaimana data akan pindah melalui sistem dan digunakan dalam perusahaan. Arsitektur data
untuk data warehouse mempunyai komponen utama yaitu read-only database.
Karakterisitik
arsitektur data warehouse (Poe) :
1.
Data diambil dari sistem asal (sistem informasi yang
ada), database dan file.
2.
Data dari sistem asal diintegrasikan dan ditransformasi
sebelum disimpan ke dalam Database Management System (DBMS) seperti
Oracle,Ms SQL Server, Sybase dan masih banyak yang lainnya.
3.
Data warehouse merupakan sebuah
database terpisah bersifat hanya dapat dibaca
yang dibuat khusus untuk mendukung pengambilan keputusan
4.
Pemakai mengakses data warehouse melalui aplikasi front
end tool
Arsitektur dan komponen utama dari data warehouse dapat dilihat pada
gambar berikut ini :
a.
Operational
Data
b.
Load manager
Load manager juga
disebut sebagai komponen front-end yang bertugas melakukan seluruh operasi yang
berhubungan dengan ekstrasi dan me-load data ke warehouse.
c.
Warehouse
Manager
Warehouse manager melakukan seluruh
operasi-operasi yang berhubungan dengan kegiatan manajemen data di dalam warehouse.
Operasi-operasi tersebut meliputi :
Ø Analisis
terhadap data untuk memastikan konsistensi
Ø Transformasi
dan penggabungan sumber data dari tempat penyimpanan sementara menjadi
tabel-tabel data warehouse.
Ø Penciptaan
indeks-indeks dan view berdasarkan tabel-tabel dasar
Ø Melakukan
denormalisasi dan agregasi jika diperlukan
Ø Backing-Up dan
mengarsipkan data
d.
Query manager
Query manager juga disebut komponen back-end, melakukan
operasi-operasi yang berhubungan dengan manajemen user queries. Operasi-operasi
yang dilakukan oleh komponen ini termasuk mengarahkan query kepada
tabel-tabel yang tepat dan menjadwalkan eksekusi dari query tersebut.
e.
End-user
Access Tools
Prinsip atau tujuan utama dari dibangunnya data warehouse adalah
untuk menyediakan informasi bisnis kepada user-user untuk dapat melakukan pengambilan keputusan
secara cepat dan tepat.User ini
berinteraksi dengan warehouse melalui end-user access tools. Data
warehouse harus secara efisien
mendukung secara khusus kebutuhan user serta secara rutin melakukan
analisis. Performa yang baik dapat dicapai dengan merencanakan dahulu
keperluan-keperluan untuk melakukan joins,summations dan laporan-laporan
per periode dengan end-users.
Berdasarkan kategori yang
dikemukakan oleh Berson dan Smith terdapat lima grup utama dari tools tersebut,
antara lain :
1. Reporting and
query tools
2.
Application development tools
3. Executive
information System (EIS) tools
4. Online
Analytical Processing (OLAP) tools
5. Data mining
tools
Arsitektur dan infrastruktur dari data warehouse sangat erat
hubungannya dan satu dengan lainnya saling berkaitan.
III.3.2. Infrastruktur Data Warehouse
Infrastruktur data warehouse adalah software, hardware, pelatihan
dan komponen-komponen lainnya yang memberikan dukungan yang dibutuhkan untuk
mengimplementasikan data warehouse(Poe).
Salah satu instrumen yang mempengaruhi keberhasilan pengembangan data
warehouse adalah pengidentifikasian arsitektur mana yang terbaik dan
infrasruktur apa yang dibutuhkan. Arsitektur yang sama, mungkin memerlukan
infrastruktur yang berbeda, tergantung pada lingkunan perusahaan ataupun
organisasi.
III.4. Struktur Data Warehouse
Seperti yang kita lihat sebelumnya pada arsitektur data warehouse, ada
beberapa struktur yang spesifik terdapat pada bagian warehouse manager. Bagian
tersebut merupakan struktur data warehouse.
Menurut Poe, Vidette, data warehouse memiliki struktur yang spesifik
dan mempunyai perbedaan dalam tingkatan
detail data dan umur data.
|
Komponen dari struktur data warehouse adalah:
Ø Current detail
data
Current detail data merupakan data detil
yang aktif saat ini,mencerminkan keadaan yang sedang berjalan dan merupakan
level terendah dalam data warehouse. Didalam area ini warehouse
menyimpan seluruh detail data yang terdapat pada skema basis data. Jumlah data
sangat besar sehingga memerlukan storage yang besar pula dan dapat
diakses secara cepat. Dampak negatif yang ditimbulkan adalah kerumitan untuk
mengatur data menjadi meningkat dan biaya yang diperlukan menjadi mahal.
Berikut ini beberapa alasan mengapa current detail data menjadi
perhatian utama :
1.
Menggambarkan kejadian yang baru terjadi dan selalu
menjadi perhatian utama
2.
Sangat banyak jumlahnya dan disimpan pada tingkat
penyimpanan terendah.
3.
Hampir selalu disimpan dalam storage karena cepat
di akses tetapi mahal dan kompleks dalam
pengaturannya.
4.
Bisa digunakan dalam membuat rekapitulasi sehingga current
detail data harus akurat.
Ø Older detail
data
Data ini merupakan data historis dari current detail
data, dapat berupa hasil cadangan atau archive data yang disimpan dalam storage
terpisah. Karena bersifat back-up(cadangan), maka biasanya data
disimpan dalam storage alternatif seperti tape-desk.
Data ini biasanya memilki tingkat frekuensi akses yang
rendah. Penyusunan file atau directory dari data ini di susun
berdasarkan umur dari data yang bertujuan mempermudah untuk pencarian atau
pengaksesan kembali.
Ø Lighlty
summarized data
Data ini merupakan ringkasan atau rangkuman dari current
detail data. Data ini dirangkum berdasar periode atau dimensi lainnya
sesuai dengan kebutuhan.
Ringkasan dari current detail data belum bersifat total summary.Data-data
ini memiliki detil tingkatan yang lebih tinggi dan mendukung kebutuhan warehouse
pada tingkat departemen. Tingkatan data ini di sebut juga dengan data
mart. Akses terhadap data jenis ini banyak
digunakan untuk view suatu kondisi yang sedang atau sudah berjalan.
Ø Highly
summarized data
Data ini merupakan tingkat lanjutan dari Lightly
summarized data, merupakan hasil ringkasan yang bersifat totalitas, dapat
di akses misal untuk melakukan analisis perbandingan data berdasarkan urutan
waktu tertentu dan analisis menggunakan data multidimensi.
Ø Metadata
Metadata bukan merupakan data hasil kegiatan
seperti keempat jenis data diatas. Menurut Poe, metadata adalah ‘data tentang
data’ dan menyediakan informasi tentang struktur data dan hubungan antara
struktur data di dalam atau antara storage(tempat penyimpanan data).
Metadata berisikan data yang menyimpan proses
perpindahan data meliputi database structure,contents,detail data dan summary
data, matrics,versioning, aging criteria,versioning, transformation criteria.
Metadata khusus dan memegang peranan yang sangat penting dalam data warehouse.
Metadata sendiri mengandung :
Ø Struktur data
Sebuah
direktori yang membantu user untuk melakukan analisis Decission Support
System dalam pencarian letak/lokasi dalam data warehouse.
Ø Algoritma
Algoritma
digunakan untuk summary data. Metadata sendiri merupakan panduan untuk
algoritma dalam melakukan pemrosesan summary data antara current
detail data dengan lightly summarized data dan antara lightly
summarized data dengan hightly summaried data.
Ø Mapping
Sebagai
panduan pemetaan(mapping) data pada saat data di transform/diubah dari
lingkup operasional menjadi lingkup data warehouse.
III.5 Metodologi Perancangan Database untuk Data Warehouse
Menurut Kimball
ada sembilan tahap metodologi dalam perancangan database untuk data
warehouse, yaitu :
Langkah
1 : Pemilihan proses
Ø Data mart yang pertama kali dibangun
haruslah data mart yang dapat dikirim tepat waktu dan dapat menjawab semua
pertanyaan bisnis yang penting
Ø Pilihan terbaik untuk data mart yang
pertama adalah yang berhubungan dengan sales, misal property sales,
property leasing,property advertising.
Langkah 2 : Pemilihan sumber
Ø Untuk memutuskan secara pasti apa yang
diwakili atau direpresentasikan oleh sebuah tabel fakta.
Ø Misal, jika sumber dari sebuah tabel fakta
properti sale adalah properti sale individual maka sumber dari sebuah dimensi
pelanggan berisi rincian pelanggan yang membeli properti utama
Langkah 3 : Mengidentifikasi dimensi
Ø Set dimensi yang dibangun dengan baik,
memberikan kemudahan untuk memahami dan menggunakan data mart
Ø Dimensi ini penting untuk menggambarkan
fakta-fakta yang terdapat pada tabel fakta
Ø Misal, setiap data pelanggan pada tabel
dimensi pembeli dilengkapi dengan
id_pelanggan,no_pelanggan,tipe_pelanggan,tempat_tinggal, dan lain sebagainya.
Ø Jika ada dimensi yang muncul pada dua data
mart,kedua data mart tersebut harus berdimensi sama,atau paling tidak salah
satunya berupa subset matematis dari yang lainnya.
Ø Jika sebuah dimensi digunakan pada dua
data mart atau lebih,dan dimensi ini tidak disinkronisasi,maka keseluruhan data
warehouse akan gagal, karena dua data mart tidak bisa digunakan secara
bersama-sama
Langkah 4 : Pemilihan fakta
Ø Sumber dari sebuah tabel fakta menentukan
fakta mana yang bisa digunakan dalam data mart.
Ø Semua fakta harus diekspresikan pada
tingkat yang telah ditentukan oleh sumber
Langkah 5 : Menyimpan pre-kalkulasi di
tabel fakta
Ø Hal ini terjadi apabila fakta kehilangan
statement
Langkah 6 : Melengkapi tabel dimensi
Ø Pada tahap ini kita menambahkan keterangan
selengkap-lengkapnya pada tabel dimensi
Ø Keterangannya harus bersifat intuitif dan
mudah dipahami oleh pengguna
Langkah 7 : Pemilihan durasi database
Ø Misalnya pada suatu perusahaan asuransi,
mengharuskan data disimpan selama 10 tahun atau lebih
Langkah 8 : Menelusuri perubahan dimensi
yang perlahan
Ø Ada tiga tipe perubahan dimensi yang perlahan,
yaitu :
o
Tipe
1. Atribut dimensi yang telah berubah tertulis ulang
o
Tipe
2. Atribut dimensi yang telah berubah menimbulkan sebuah dimensi baru
o
Tipe
3. Atribut dimensi yang telah berubah menimbulkan alternatif sehingga nilai
atribut lama dan yang baru dapat diakses secara bersama pada dimensi yang sama.
Langkah 9 : Menentukan prioritas dan mode query
Ø Pada tahap ini kita menggunakan
perancangan fisik.
Dengan
langkah-langkah tadi, seharusnya kita bisa membangun sebuah data warehouse yang
baik.
III.6. Model untuk Data Warehouse
Berikut di bawah
ini adalah penjelasan dari model untuk data warehouse
III.6.1. Model Dimensional
Model dimensional merupakan rancangan logikal yang
bertujuan untuk menampilkan data dalam bentuk standar dan intuitif yang memperbolehkan
akses dengan performa yang tinggi.
Model dimensional menggunakan konsep model hubungan antar
entity (ER) dengan beberapa batasan yang penting. Setiap model dimensi terdiri
dari sebuah tabel dengan sebuah komposit primary key, disebut dengan table fakta, dan satu set
table yang lebih kecil disebut table dimensi. Setiap table dimensi memiliki
sebuah simple primary key yang
merespon tepat pada satu komponen primary key pada tabel fakta. Dengan
kata lain primary key pada table
fakta terdiri dari dua atau lebih foreign key. Struktur karakteristik
ini disebut dengan skema bintang atau join bintang.
Fitur terpenting dalam model dimensional ini adalah semua
natural keys diganti dengan kunci pengganti(surrogate keys). Maksudnya
yaitu setiap kali join antar table fakta dengan table dimensi selalu didasari
kunci pengganti. Kegunaan dari kunci pengganti adalah memperbolehkan data pada data
warehouse untuk memiliki beberapa kebebasan dalam penggunaan data, tidak
seperti halnya yang diproduksi oleh sistem OLTP.
Sebuah sistem OLTP memerlukan normalisasi untuk
mengurangi redudansi, validasi untuk input data, mendukung volume yang besar
dari transaksi yang bergerak sangat cepat. Model OLTP sering terlihat seperti
jaring laba-laba yang terdiri atas ratusan bahkan ribuan tabel sehingga sulit
untuk dimengerti.
Sebaliknya, dimension model yang sering digunakan pada data
warehouse adalah skema bintang atau snowflake yang mudah dimengerti
dan sesuai dengan kebutuhan bisnis, mendukung query sederhana dan menyediakan performa query yang
superior dengan meminimalisasi tabel-tabel join. Berikut contoh perbandingan
diagram antara model data OLTP dengan dimension table data warehouse :
Model data
OLTP
Dimension
Model
III.6.2.1. Schema Bintang
Skema bintang merupakan struktuk logikal yang memiliki tabel fakta yang
terdiri atas data faktual ditengahnya, dan dikelilingi oleh tabel-tabel dimensi
yang berisi referensi data.
Jenis-jenis Skema Bintang
1. Skema bintang sederhana
Dalam skema ini, setiap table harus memiliki primary key yang terdiri dari satu kolom atau lebih.
kema
bintang dengan banyak table fakta
Skema
bintang juga bisa terdiri dari satu atau lebih table fakta. Dikarenakan karena
table fakta tersebut ada banyak, misalnya disamping penjualan terdapat table
fakta forecasting dan result. Walaupun terdapat lebih dari satu
table fakta, mereka tetap menggunakan table dimensi bersama-sama.
Adapun
ketentuan dalam pembacaan skema bintang adalah :
Ø Bagian yang
ada di bawah judul tabel merupakan kolom-kolom tabel tersebut
Ø Primary key
dan Foreign key diberi kotak
Ø Primary key
diarsir sedang Foreign key yang bukan primary tidak
Ø Foreign key
yang berhubungan ditunjukkan dengan garis yang menghubungkan tabel.
Kolom
yang bukan kunci disebut kolom data pada table fakta dan atribut pada table
dimensi
III.6.2.3 Snowflake Schema
Merupakan varian dari skema bintang dimana table-table
dimensi tidak terdapat data yang di denormalisasi. Dengan kata lain satu atau
lebih table dimensi tidak bergabung secara langsung kepada table fakta tapi
pada table dimensi lainnya. Sebagai
contoh, sebuah dimensi yang mendeskripsikan produk dapat dipisahkan menjadi
tiga table (snowflaked) seperti contoh dibawah ini :
Snowflake
Schemes
III.6.2.4. Star atau Snowflake
Keduanya merupakan model-model dimensional, perbedaannya
terletak pada implementasi fisikal. Skema snowflake memberi kemudahan pada perawatan
dimensi, dikarenakan strukturnya yang lebih normalisasi. Sedangkan skema
bintang lebih efisien serta sederhana dalam membuat query dan mudah diakses secara langsung oleh pengguna.
Adapun starflake merupakan gabungan diantara keduanya.
Keuntungan menggunakan masing-masing model tersebut dalam data warehouse antara
lain :
Ø Efisien dalam
hal mengakses data
Ø Dapat
beradaptasi terhadap kebutuhan-kebutuhan user
Ø Bersifat
fleksibel terhadap perubahan yang terjadi khususnya perubahan yang mengarah
pada perkembangan
Ø Memiliki
kemampuan dalam memodelkan situasi bisnis secara umum
Ø Meskipun skema
yang dihasilkan sangat kompleks, tetapi pemrosesan query dapat diperkirakan,
hal ini dikarenakan pada level terendah, setiap table fakta harus di query
secara independen.
Blog ini di buat sebagai syarat memenuhi Tugas kelompok mata kuliah Data Warehouse kls B,berikut nama - nama kelompok yang terlibat dalam tugas ini.



Komentar
Posting Komentar